e-ISSN BARCODE: 2986-6871 |
![]() |
KIRIM NASKAH ONLINE |
![]() |
INFORMASI TAMBAHAN |
TEMPLATE |
![]() |
INDEKSASI JURNAL |
|
Pedoman berikut mengadopsi Etika Publikasi dari Pedoman COPE (Committee of Publication Ethics).
>>>TANGGUNG JAWAB PENULIS<<<
Tanggung jawab penulis dalam proses publikasi sangat mendasar untuk menjaga integritas, kualitas, dan transparansi penelitian ilmiah. Penulis harus mematuhi standar etika yang ketat, baik selama tahap penelitian maupun publikasi. Di bawah ini adalah rincian tentang tanggung jawab utama penulis setelah publikasi:
1. Kejujuran dan Akurasi dalam Penelitian:
Penulis bertanggung jawab untuk memastikan bahwa penelitian mereka akurat, valid, dan didasarkan pada metode ilmiah yang baik. Ini termasuk memastikan bahwa data tidak dibuat-buat, dimanipulasi, atau dipalsukan. Penulis harus melaporkan temuan dengan jujur, tanpa berlebihan atau presentasi hasil yang selektif untuk mendukung kesimpulan yang terbentuk sebelumnya.
2. Orisinalitas dan Kutipan yang Tepat:
Penulis harus memastikan bahwa karya mereka asli dan tidak dijiplak. Atribusi yang tepat untuk karya sebelumnya sangat penting, dan penulis harus memastikan bahwa mereka mengutip semua sumber, ide, atau data yang bukan milik mereka. Plagiarisme, baik disengaja atau tidak, merupakan pelanggaran serius terhadap etika publikasi.
3. Kepenulisan dan Pengakuan:
Penulis harus menyetujui naskah akhir dan menyetujui isinya. Individu yang berkontribusi dengan cara kecil atau non-ilmiah harus diakui di bagian "Ucapan Terima Kasih" tetapi tidak terdaftar sebagai penulis. Penting juga bagi penulis untuk mengungkapkan konflik kepentingan apa pun yang dapat memengaruhi penelitian.
4. Integritas Penelitian dan Persetujuan Etis:
Penulis bertanggung jawab untuk memastikan bahwa penelitian mereka sesuai dengan standar etika, termasuk mendapatkan persetujuan yang diperlukan dari lembaga atau tempat penelitian bila diperlukan. Ini termasuk mendapatkan persetujuan berdasarkan informasi dari peserta atau objek manusia dalam penelitian.
5. Ketersediaan dan Transparansi Data:
Penulis harus membuat data mereka tersedia untuk publik, atau setidaknya untuk peneliti lain, bila perlu. Ini meningkatkan transparansi dan reproduktifitas karya ilmiah. Jika data tidak dapat dibagikan karena masalah privasi atau alasan sah lainnya, penulis harus menjelaskan hal ini dengan jelas dalam naskah.
6. Revisi Tepat Waktu dan Etis:
Penulis diharapkan untuk menanggapi komentar dan kritik Mitra Bestari dengan cepat dan menyeluruh. Penulis harus merevisi naskah mereka sesuai dengan umpan balik yang diberikan. Revisi harus didasarkan pada prinsip-prinsip ketelitian akademik dan harus meningkatkan kualitas naskah.
7. Menghindari Publikasi Duplikat:
Penulis harus menghindari mengirimkan naskah atau data yang sama ke beberapa jurnal untuk publikasi simultan (publikasi duplikat), kecuali pengajuan tersebut jelas merupakan bagian dari studi multi-bagian yang lebih besar dengan penjelasan yang tepat. Mereka juga harus menghindari mempublikasikan temuan yang sama dalam beberapa artikel tanpa menyatakan alasan dengan jelas dan memberikan konteks yang benar.
8. Mengoreksi Kesalahan atau Kesalahan Penyajian:
Jika penulis menyadari kesalahan, ketidakakuratan, atau kelalaian dalam karya mereka yang diterbitkan, mereka bertanggung jawab untuk segera memberi tahu jurnal. Mereka harus bekerja sama dengan tim editorial untuk mengeluarkan koreksi, pencabutan, atau klarifikasi seperlunya. Ini penting untuk menjaga akurasi dan kredibilitas publikasi ilmiah.
9. Mengakui Pendanaan dan Konflik Kepentingan:
Penulis bertanggung jawab untuk mengungkapkan dukungan keuangan apa pun yang mereka terima untuk penelitian, serta potensi konflik kepentingan yang mungkin dianggap memengaruhi hasil penelitian atau interpretasi mereka. Transparansi ini membantu menjaga kepercayaan pada komunitas ilmiah.
Singkatnya, penulis memikul tanggung jawab etika dan profesional yang signifikan, mulai dari memastikan bahwa penelitian mereka orisinal dan metodologis hingga mengatasi kesalahan atau masalah pasca-publikasi. Menjunjung tinggi tanggung jawab ini berkontribusi pada kepercayaan dan keandalan literatur ilmiah, yang menguntungkan komunitas ilmiah yang lebih luas.
>>>TANGGUNG JAWAB EDITOR<<<
Editor memainkan peran penting dalam proses publikasi, memastikan bahwa tinjauan Mitra Bestari dilakukan secara adil, standar etika ditegakkan, dan integritas jurnal dipertahankan. Tanggung jawab mereka meluas di semua tahap proses publikasi, mulai dari pengajuan awal hingga publikasi akhir, dan bahkan pasca-publikasi. Di bawah ini adalah tanggung jawab utama seorang editor:
1. Menjamin Kualitas dan Integritas Jurnal:
Editor bertanggung jawab untuk menjaga ketelitian ilmiah, kualitas, dan kredibilitas jurnal. Mereka harus memastikan bahwa hanya manuskrip dengan nilai ilmiah tinggi yang diterima untuk dipublikasikan. Ini melibatkan pengawasan proses tinjauan sejawat, mengevaluasi apakah penelitian tersebut secara metodologis sehat, dan membuat keputusan berdasarkan manfaat pekerjaan.
2. Pengambilan Keputusan yang Adil dan Tidak Memihak:
Editor harus membuat keputusan publikasi berdasarkan manfaat ilmiah dan validitas penelitian, bebas dari bias. Keputusan mereka tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan pribadi, hubungan, atau tekanan eksternal. Mereka diharapkan untuk mengevaluasi naskah secara objektif, dengan mempertimbangkan konten dan relevansinya dengan pembaca jurnal.
3. Memastikan Tinjauan Etis:
Editor bertanggung jawab untuk menjunjung tinggi standar etika dalam proses peer review. Ini termasuk:
4. Memastikan Transparansi dalam Proses Peninjauan Naskah:
Editor harus memastikan bahwa proses peer review transparan dan semua pihak (penulis, Mitra Bestari, dan tim editorial) memahami prosedurnya. Dalam kasus revisi, editor harus mengomunikasikan komentar Mitra Bestari dengan jelas kepada penulis dan memastikan bahwa setiap perubahan substansial didokumentasikan dengan jelas.
5. Menjaga Kerahasiaan:
Editor harus memperlakukan semua naskah dan materi terkait sebagai rahasia. Mereka tidak boleh mengungkapkan informasi apa pun tentang konten naskah kepada orang yang tidak berwenang. Editor juga harus memastikan bahwa Mitra Bestari terikat dengan perjanjian kerahasiaan, terutama saat mendiskusikan atau membagikan naskah.
6. Manajemen Konflik Kepentingan:
Editor harus menghindari konflik kepentingan yang dapat merugikan keadilan proses review naskah dan pengambilan keputusan. Mereka harus mengungkapkan konflik kepentingan apa pun yang terkait dengan naskah dan, jika perlu, mengundurkan diri dari proses pengambilan keputusan bila terdapat konflik kepentingan dengan naskah yang diterima.
7. Penulis dan Mitra Bestari
Editor harus menawarkan panduan kepada penulis dan pengulas jika ada pertanyaan atau masalah tentang naskah atau proses peninjauan naskah. Ini termasuk memberikan umpan balik yang konstruktif, menawarkan dukungan selama proses revisi, dan menengahi antara penulis dan Mitra Bestari jika terjadi ketidaksepakatan atau kesalahpahaman.
8. Menjaga Transparansi dalam Proses Editorial:
Editor bertanggung jawab untuk berkomunikasi dengan jelas dengan penulis tentang prosedur, harapan, dan jadwal jurnal. Transparansi ini membantu memastikan bahwa proses editorial adil dan bahwa semua pihak yang terlibat memahami langkah-langkah dan persyaratan proses peninjauan dan publikasi.
9. Keputusan Publikasi:
Editor memiliki tanggung jawab akhir untuk menerima, merevisi, atau menolak naskah berdasarkan kualitas karya dan umpan balik yang diberikan oleh Mitra Bestari. Editor harus mengomunikasikan keputusan mereka dengan jelas dan memberikan alasan transparan untuk penolakan atau perlunya revisi. Mereka juga harus memastikan bahwa keputusan yang dibuat tepat waktu untuk menghindari penundaan yang tidak perlu bagi penulis.
Singkatnya, editor memainkan peran penting dalam memastikan kredibilitas, keadilan, dan standar etika dari proses penerbitan ilmiah. Mereka bertanggung jawab untuk membuat keputusan yang tidak memihak, mendukung penulis dan Mitra Bestari, menjaga kerahasiaan, mengatasi masalah etika, dan memastikan kualitas dan integritas jurnal secara keseluruhan.
>>>TANGGUNG JAWAB MITRA BESTARI<<<
Dalam etika publikasi jurnal ilmiah, Mitra Bestari memegang peran penting dalam menjaga integritas dan kualitas karya ilmiah. Tanggung jawab mereka adalah mengevaluasi isi naskah ilmiah. Berikut adalah rincian tanggung jawab utama Mitra Bestari dalam proses publikasi:
1. Tinjauan Objektif dan Rahasia: Mitra Bestari diharapkan untuk menilai naskah secara tidak memihak, mendasarkan penilaian mereka semata-mata pada manfaat ilmiah, validitas penelitian, dan relevansi dengan ruang lingkup jurnal. Mereka harus menghindari bias atau konflik kepentingan pribadi. Proses peninjauan Mitra Bestari bersifat rahasia, dan Mitra Bestari tidak boleh mengungkapkan naskah kepada orang lain atau menggunakan informasi tersebut untuk keuntungan pribadi.
2. Ketepatan waktu: Mitra Bestari memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan tinjauan mereka dalam jangka waktu yang disepakati. Jika mereka tidak dapat memenuhi tenggat waktu karena komitmen atau konflik lain, mereka harus memberi tahu editor jurnal sesegera mungkin sehingga Mitra Bestari alternatif dapat ditugaskan untuk mengganti proses peninjauan naskah.
3. Kerahasiaan: Sebagai bagian dari pedoman etika publikasi, Mitra Bestari harus memperlakukan semua naskah dan materi terkait sebagai hal yang rahasia. Mereka tidak boleh berbagi atau mendiskusikan naskah dengan siapa pun di luar tim editorial atau menggunakan ide atau data yang disajikan dalam naskah yang direview untuk penelitian mereka sendiri tanpa otorisasi yang tepat.
4. Umpan Balik Konstruktif: Mitra Bestari harus memberikan umpan balik yang konstruktif, jelas, dan spesifik yang membantu penulis meningkatkan pekerjaan mereka. Umpan balik ini harus difokuskan pada kualitas ilmiah penelitian, relevansi, kejelasan, dan kepatuhan terhadap standar etika. Komentar atau kritik pribadi harus dihindari, dan nadanya harus selalu profesional dan penuh hormat.
5. Deteksi Pelanggaran: Mitra Bestari memiliki tanggung jawab untuk menandai potensi masalah etika, seperti plagiarisme, fabrikasi data, konflik kepenulisan, atau praktik penelitian yang tidak etis. Jika seorang Mitra Bestari mencurigai bahwa naskah melanggar pedoman etika atau menyertakan data yang dipertanyakan, mereka harus melaporkannya ke tim editorial jurnal.
6. Konflik Kepentingan: Mitra Bestari harus menyatakan konflik kepentingan apa pun yang dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk memberikan tinjauan yang tidak memihak. Ini termasuk hubungan keuangan, hubungan pribadi, atau hubungan profesional dengan penulis atau subjek naskah. Jika ada konflik kepentingan, Mitra Bestari harus mengundurkan diri dari proses peninjauan naskah.
7. Menjaga Integritas: Mitra Bestari harus menjaga integritas catatan ilmiah dengan memberikan penilaian yang jujur dan adil. Mereka tidak boleh membiarkan bias pribadi atau profesional memengaruhi ulasan mereka. Selain itu, mereka harus menahan diri dari tindakan apa pun yang dapat merusak reputasi atau karier penulis tanpa alasan yang adil.
Dengan memenuhi tanggung jawab ini, Mitra Bestari memainkan peran kunci dalam memastikan bahwa proses publikasi tetap adil, ketat, dan etis, yang pada akhirnya berkontribusi pada kemajuan pengetahuan ilmiah yang kredibel.
e-ISSN BARCODE: 2986-6871 |
![]() |
KIRIM NASKAH ONLINE |
![]() |
INFORMASI TAMBAHAN |
FOKUS & RUANG LINGKUP |
PANDUAN UNTUK PENULIS |
ETIKA PUBLIKASI |
DEWAN REDAKSI |
MITRA BESTARI |
KEBIJAKAN EDITORIAL |
KONTAK |
TEMPLATE |
![]() |
INDEKSASI JURNAL |
|
EduMedia— Jurnal Pendidikan Dasar & Menengah berlisensi di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
@ 2023 | EduMedia | Pusat Kajian Bahasa Daerah dan Budaya | Powered by OJS (Open Journal System)